Sejarah dan Darah, 3 Tahun OPM Bersama Rakyat Tertindas

0
6301

LENSA-NAGA.COM, Makassar, Tepat pada tanggal 02 mei 2017 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tiga tahun silam berdirilah sebuah organisasi mahasiswa dengan latar belakang organisasi pergerakan.
Organisasi ini lahir jadi kabar buruk bagi penguasa lantaran konsisten dan komitmen para pengurus dalam melawan ketidakadilan yang ada dibangsa ini baik secara Nasional maupun regional.

Organisasi Pergerkan Mahasiswa yang biasa disingkat OPM merupakan suatu wadah pemersatu mahasiswa dari seluruh universitas yang ada di Kota Makassar Sulawesi-selatan yang memiliki persamaan visi bahwa keadilan harus ditegakkan, terbukti OPM sampai hari ini masih eksis ditengah maraknya ketimpangan dinegeri ini.

Sejak berdirinya beberapa tahun silam, Eksistensi OPM sudah tidak diragukan lagi meskipun menuai berbagai tugas dan kewajiban sebagai organisasi pergerakan,mulai dari mengawal kasus korupsi, konflik agraria, PHK Buruh, Masalah Kesehatan (BPJS), RUU yang tidak Pro terhadap rakyat hingga pada komersialisasi pendidikan hingga di tingkat Nasional.

Tercatat sejak tahun lahirnya OPM di 2017 OPM sudah di isi oleh ratusan kader dari berbagai kampus yang berbeda-beda, didalam tubuh OPM sendiri dikenal satu prinsip dasar yaitu SOLIDARITAS ADALAH PANGLIMA, prinsip inilah yang menjadikan para kader OPM bersatu dan bersaudara serta tidak pernah mengenal kata mundur dalam menumbangkan setiap tirani yang ada.

Sementara itu,Agung Purba Latowu selaku Jendral Ketua menceritakan nostalgia dari sejak berdirinya sampai saat ini OPM memiliki banyak sejarah yang tertuang dalam tetesan keringat hingga darah,resiko besar yang harus dihadapi sudah menjadi konsekuensi yang siap diterima oleh setiap kader OPM, suka duka telah banyak dilalui dalam mebesarkan organisasi ini dan semoga kedepan OPM semakin jaya,tetap setia di garis massa, berlipat ganda dan berada di garda terdepan dalam melawan segala penindasan.

Dari sejak berdirinya sampai saat ini OPM masih menjadi garda terdepan serta kuat dalam berkomitmen untuk selalu ada dan melawan setiap ketimpangan yang ada. Bahkan penjara dan mati sudah menjadi konsekuensi yang harus di terima dalam membela kebenaran, karena mati dijalan kebenaran adalah syahid bagi mereka dan Pemberontakan terhadap Tirani adalah bentuk Kepatuhan terhadap Tuhan.

Naga Sulawesi: Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here